Wednesday, February 4, 2015

Merindu pada bayang semu jiwa mu

Hal yang tak bisa kuterka kepastian nya

Kau bungkus itu rapi
tak bercelah untuk setiap mata

Kau buka pintu, hanya untuk intipan
Lalu sekejap, kau tutup lagi

Sempat kau lempar potongan teka-teki
Kau minta aku susun
Kau minta aku pahami

Ntah aku yang terlalu bodoh
Ntah kau yang terlalu ceroboh

Sejak hari itu,
Dimana kau pinjamkan teka-teki itu tak hanya padaku
Hari dimana pena itu mulai berpindah tangan

Sadar menamparku lirih
Kertas ku.. mungkin, bukan kertas kita
mungkin

Saat nya aku merasa cukup
Pada apa yang kau sebut, bahagia itu sederhana.



-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia


No comments:

Post a Comment