Hal yang tak bisa kuterka kepastian nya
Kau bungkus itu rapi
tak bercelah untuk setiap mata
Kau buka pintu, hanya untuk intipan
Lalu sekejap, kau tutup lagi
Sempat kau lempar potongan teka-teki
Kau minta aku susun
Kau minta aku pahami
Ntah aku yang terlalu bodoh
Ntah kau yang terlalu ceroboh
Sejak hari itu,
Dimana kau pinjamkan teka-teki itu tak hanya padaku
Hari dimana pena itu mulai berpindah tangan
Sadar menamparku lirih
Kertas ku.. mungkin, bukan kertas kita
mungkin
Saat nya aku merasa cukup
Pada apa yang kau sebut, bahagia itu sederhana.
-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia
No comments:
Post a Comment