Sunday, February 1, 2015

Teruntuk denting rindu yang sempat tak terucap kata,

Biar aku
Lebur kau bersama waktu

Tak lagi ku tunggu sayup mu pada pergantian malam

Tak lagi ku pandangi gerak lonceng mu yang menghipnotis pikiran

Tanya aku mengapa
Jangan tanya aku bagaimana

Kau terlalu blur bahkan dengan lup mata hati 
Kalbu tak sanggup lagi gapai mu sampai kesini

Sisi yang hanya jadi bayang gelap dalam terang nya matahari
Sudut yang aku sendiri pun tak bisa sisakan lagi untuk mu

Bukan aku menyerah
Tapi kau hanya....
Layak kerling nyala bintang di langit januari
Aku lah sang penikmat setia pemijak bumi.



-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia

No comments:

Post a Comment