Tuesday, February 24, 2015

Hai kau yang begitu gigih
Aku bingung kadang padamu

Kau begitu tanpa henti
Tak ada batas

Tapi terima kasih,
Tanpa ucapan pun kau membuatnya otentik
Menyadarkan ku bahkan tanpa tamparan kata

Maaf aku yang pernah memutus kita diantara aku dan kau

Tak perlu kubeberkan alasan kita pada saat itu
Biar semua itu tetap dikotak
Cerita yang lalu hanyalah sebuah potret

Kau
Yang selalu begitu tegas
Meyakinkan bahkan saat tak ada lagi pita pengikat
Memperjelas, bahwa..

biarkan kita yang sekarang menjadi aku dan kamu
tapi ada saatnya kubuat itu menjadi kita lagi, selamanya.

Kutunggu perwujudan dari ucapanmu.
Yang seperti biasanya, kau lebih banyak bungkam dan berbuat
Yang terkadang membuatku geli dan tak sabaran. Maaf ya :)



-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia


No comments:

Post a Comment