Aku bingung kadang padamu
Kau begitu tanpa henti
Tak ada batas
Tapi terima kasih,
Tanpa ucapan pun kau membuatnya otentik
Menyadarkan ku bahkan tanpa tamparan kata
Maaf aku yang pernah memutus kita diantara aku dan kau
Tak perlu kubeberkan alasan kita pada saat itu
Biar semua itu tetap dikotak
Cerita yang lalu hanyalah sebuah potret
Kau
Yang selalu begitu tegas
Meyakinkan bahkan saat tak ada lagi pita pengikat
Memperjelas, bahwa..
biarkan kita yang sekarang menjadi aku dan kamu
tapi ada saatnya kubuat itu menjadi kita lagi, selamanya.
Kutunggu perwujudan dari ucapanmu.
Yang seperti biasanya, kau lebih banyak bungkam dan berbuat
Yang terkadang membuatku geli dan tak sabaran. Maaf ya :)
-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia
No comments:
Post a Comment