Thursday, March 3, 2016

Bermodal pedih aku melanjut langkah

Ada kala memang dimana angin tak searah impianmu

Ada masa ketika kau merasa segala keringatmu sepah belaka

Oh Diri.. tak kau pikirkah? lupa kah?
Ini pola hidup!

Telah berapa kali kah kau lewati semacam ini? tak terhitung pun!
tapi tetap.. sayat perih ini meluruhkan airmata

banjiran, luapan tak terkira dari rasa sakit
membuat trauma.

Telah diliputi awan kelabu kepala ini
Prasangka demi prasangka atas hal sekasat debu

Tak pantas!

Tekanan.. tekanan.. tekanan..
hal biasa bukan?

Tapi, kurasa kali ini..
ah kau saja yang beralasan, mencari cela kebenaran atas pelarian

Tapi aku tak bisa! berapa lama sudah benak ini mengurung serigala lapar yg menggerogoti?!
perih tercakar dari dalam, luka nampak diluar

Apa bisa kubuat?
lepaskan si penggerogot

ya, lepaskan..

-aku kamu dia hanya beberapa titik bintang di langit Dia

No comments:

Post a Comment