I thought,
there's a true friendship between us. there was.....
but somehow, things change unexpectedly. And there's no pureness no more here.
Just... I'm sorry. I thought it will not be like this.
I'm sorry, I have no cure for your broken heart.
Monday, November 7, 2016
Thursday, October 6, 2016
Now tell me
how to be a good lover like many people say
how to be discipline like most successful people did and still do
how to be really good in your education and at the same time in your job's life
how to pursue your dream while you broke
how to not procrastinating when you have important tasks
How the hell all people do that and I don't!!
hmm or maybe I can't....
or even worse, I wont.
Damn it.
maybe the problem is on your self-control.
Well, "My".
Verdammt.
how to be a good lover like many people say
how to be discipline like most successful people did and still do
how to be really good in your education and at the same time in your job's life
how to pursue your dream while you broke
how to not procrastinating when you have important tasks
How the hell all people do that and I don't!!
hmm or maybe I can't....
or even worse, I wont.
Damn it.
maybe the problem is on your self-control.
Well, "My".
Verdammt.
-not in the mood to write cheesy things
Wednesday, May 25, 2016
Wednesday, May 18, 2016
Mas,
tak perlu lah kau khawatirkan hal gaib yang tak kau ketahui
niat tulus mu cukup jadi doa
cukup jadi kata-kata tuk yakin kan Tuhan bahwa kau tak main-main.
Kobaran itu jangan sampai padam, apalagi membakar
perhalahan tapi pasti jalan ini akan dijajaki jua.
Tapi ingat, yakin. Satu kata yang tak pernah kehabisan makna.
Manusia terlihat berdaya tinggi
Tapi, sekali lg tapi. Ada yang lebih punya daya ketimbang kita, manusia.
Selama niat baikmu tak kau ragukan, tanpa ragu pula Tuhan mendengar dan menuntun.
Aku tau, ke khawatiranmu bukan egomu semata.
Kau peduli akan kehidupan orang lain yang kau akan bawa.
Tak apa, itu manusiawi. Itu tandakan juga kepedulianmu.
Aku doakan untuk kejayaan dan kebahagiaanmu.
Semoga apa yang kau impi-impikan selama ini segera tercapai.
tak perlu lah kau khawatirkan hal gaib yang tak kau ketahui
niat tulus mu cukup jadi doa
cukup jadi kata-kata tuk yakin kan Tuhan bahwa kau tak main-main.
Kobaran itu jangan sampai padam, apalagi membakar
perhalahan tapi pasti jalan ini akan dijajaki jua.
Tapi ingat, yakin. Satu kata yang tak pernah kehabisan makna.
Manusia terlihat berdaya tinggi
Tapi, sekali lg tapi. Ada yang lebih punya daya ketimbang kita, manusia.
Selama niat baikmu tak kau ragukan, tanpa ragu pula Tuhan mendengar dan menuntun.
Aku tau, ke khawatiranmu bukan egomu semata.
Kau peduli akan kehidupan orang lain yang kau akan bawa.
Tak apa, itu manusiawi. Itu tandakan juga kepedulianmu.
Aku doakan untuk kejayaan dan kebahagiaanmu.
Semoga apa yang kau impi-impikan selama ini segera tercapai.
-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia
Wednesday, May 11, 2016
Wednesday, March 30, 2016
For everybody all over the world
Kita semua boleh baper dan galau
itu normal dan manusiawi
Tapi ga menjadikan jadi berlebihan
Ga jadi setiap saat
dan semua hal
Bercandaan itu normal
ga masalah
tapi kalau setiap hal hanya dihubungkan dengan percintaan kalian
dan ini serius
Hello
Untuk semua remaja dan adik-adik generasi ku maupun teman-teman sebaya ku ataupun yang lebih tua
kalian punya potensi yang sangat besar
bukan hanya untuk cinta-cintaan! bukan hanya untuk foya-foya dan pamer!
Maaf ya jadi ga jelas gini..
tapi dek, kalau kalian beranjak dewasa dan menghadapi dunia suatu kelak nanti
modal galau dan cinta-cintaan main-main kalian itu tak ada harganya
aku bukan feminism ataupun yang meninggikan kehidupan dunia atau apapun yang kalian sebut itu
Kalian itu sangat-sangat berharga sebagai pribadi
dan menurutku sayang sekali kalau kalian buang waktu kalian hanya untuk hal yang merugikan.
Ga usah takut dan malu jadi jomblo ataupun jadi bahan bercandaan meme karena jomblo.
Itu tuh bercandaan aja, ga perlu diseriusin.
Tapi muak juga sih yang dibahas itu terus.
Kita semua boleh baper dan galau
itu normal dan manusiawi
Tapi ga menjadikan jadi berlebihan
Ga jadi setiap saat
dan semua hal
Bercandaan itu normal
ga masalah
tapi kalau setiap hal hanya dihubungkan dengan percintaan kalian
dan ini serius
Hello
Untuk semua remaja dan adik-adik generasi ku maupun teman-teman sebaya ku ataupun yang lebih tua
kalian punya potensi yang sangat besar
bukan hanya untuk cinta-cintaan! bukan hanya untuk foya-foya dan pamer!
Maaf ya jadi ga jelas gini..
tapi dek, kalau kalian beranjak dewasa dan menghadapi dunia suatu kelak nanti
modal galau dan cinta-cintaan main-main kalian itu tak ada harganya
aku bukan feminism ataupun yang meninggikan kehidupan dunia atau apapun yang kalian sebut itu
Kalian itu sangat-sangat berharga sebagai pribadi
dan menurutku sayang sekali kalau kalian buang waktu kalian hanya untuk hal yang merugikan.
Ga usah takut dan malu jadi jomblo ataupun jadi bahan bercandaan meme karena jomblo.
Itu tuh bercandaan aja, ga perlu diseriusin.
Tapi muak juga sih yang dibahas itu terus.
-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia
Hari ini
tiba2 semangat menggebu menyelesaikan assignment yang sudah menanti sejak 2 minggu lalu untuk disentuh.
seperti biasa, konsentrasi ku terpecah. Entah sejak kapan, sering kali ini terjadi. Berangan, berimajinasi kala mengerjakan suatu hal. Pikiran terbang melayang pada segala hal mungkin bahkan tak terjamah.
Setelah sekian jam mengerjakan, sampai ku pada titik jenuh. Okay, sekarang rest dulu. Seperti kebiasaan, aku sempatkan tiap hari baca berita berbahasa jerman maupun berbahasa Indonesia. Ceritanya biar ga ketinggalan berita aja. Sejujurnya, udah mulai muak dengan segala yang diberitakan. Memihak, berkepentingan, ditutupi. Mereka kira semua orang buta, tuli dan dangkal. Mereka pikir tak ada lagi orang yang berpikir kritis dan bertanya "kenapa" pada tiap kalimat berkepentingan yang mereka tulis.
Aku mulai muak dengan semua media. Aku muak dengan mereka yang membalut kepentingan menjijikan dengan gulali manis.
Pernah sekali ku berpikir, bila aku seperti mereka yang tak sadarkan diri dan hanya terima segala hal murah itu. Tak perlu lah aku gila akan diriku sendiri. Tapi aku sangat bersyukur bahwa aku masih waras. Bukan untuk membanggakan diri, tapi dunia ini tak bisa seperti ini terus. aku muak. Harus ada yang berusaha mengeluarkan masa ini dari segala kemurahan interest menjijikan itu, demi masa lebih baik untuk penerus kita nanti. Terderang klise, tapi ya itu lah kenyataan. Kadang dianggap, murah, klise, mustahil, angan-angan tinggi atau apalah.
Balik lagi. Tidak sengaja tadi aku membaca di salah satu kolom di kompas.com mengenai bapak yang berpikir dan observasi mengenai suatu hal karena perkataan anaknya yang berumur 10 tahun. Anak 10 tahun yang peduli akan kebaikan dunia yang murni.
Anak ini membuat ku hilang konsentrasi atas tugas karya tulisku. Anak ini mengingatkan aku, pada sosok yang ku kagumi dan kusesali.
Pada diriku.
Ku kagumi aku yang dulu, karena begitu peduli. Karena begitu kritis, begitu murni dan jujur.
Kusesali. Ya kusesali.. karena aku tak semurni dulu. Aku mudah lelah, muak dan menyerah pada orang-orang tersebut. Aku tak lagi seoptimis dulu bahwa kebaikan dunia memang bisa terwujud. Aku tak sekritis dulu lagi. Aku berubah.
Kusesali pun, karena aku mulai malas banyak bertanya. Bukan karena malu takut dianggap bodoh, tidak sama sekali. Tapi pernah suatu ketika aku kecewa karena tak mendapatkan jawaban yang logis dan memuaskan jiwa. Kutanya siapapun yang kuanggap lebih berbobot dariku. Tak kusalahkan mereka karena jawaban mereka, mungkin memang belum ada jawabannya.
Seperti dalam tulisan tersebut. btw aku memang mengagumi John Lennon dan aku setuju dengan lagu Imagine. Tiap orang bisa menafsirkan hal berbeda-beda. Apa yang aku setuju dari tulisan itu adalah, tak sedikit manusia dengan penafsirannya -yang mereka pikir sempurna- pada akhirnya "membunuh" Tuhan mereka sendiri.
Buat apa berbuat kebaikan untuk surga, buat apa menjauhi keburukan karena takut pada neraka. Mengapa dalam kebajikan pun pamrih. Tujuan agama dan jg kebajikan sebetulnya untuk kecintaan pada Pencipta alam semesta, untuk mengagumi betapa tak terkalahkannya kemampuan Sang Maha Indah. Rasa pamrih itu lah yang mengkotakan-kotakan manusia, saling memukul dengan argumen, saling meludahi dengan sesat-menyesatkan. Tuhan terlalu indah dan kuasa untuk kalian jadikan basis sengketa murah kalian. Tuhan tak memihak, semua umat manusia Dia cintai dengan sempurna. CintaNya sempurna dan tak pantas dikotori oleh interest dunia yang tak ada penghargaan atas kemanusiaan itu sendiri.
Perdamaian dan kebajikan tak pandang bulu. Siapa pun dipihaknya. Sayang sekali, bila kita baca sejarah banyak orang yang pada kebajikan dan kebaikan didunia mati dengan tragis. Entah karena keinginan perdamaian dunia mereka ataupun karena salah tafsir oleh orang-orang yang meresa dirinya suci. Martin Luther King Jr, Mahatma Gandhi dan nama-nama lainnya. Contoh tragis lainnya, John Lennon yang dibunuh bukan karena keinginan baiknya, namun karena ada yang salah tafsir atas pemikirannya yang dituang pada lagu Imagine. Tak hanya itu, Munir aktivis HAM Indonesia pun mati karena interest orang yang tak sepaham dengan pemikiran dia utk kesetaraan hak manusia.
Bila kita baca kitab-kitab dari berbagai agama, tak satupun dari kitab itu yang tak meninggikan perdamaian. Sayang sekali aku tak bisa cantumkan sekarang, karena aku tak hafal diluar kepala dari surah atau bab atau ayat apa.
Apalah arti agama pada akhirnya kalau itu hanya digunakan sebagai tameng kepura-puraan dan hati kotor mu untuk mencapai hal murah yang melukai orang lain. Mungkin kau tak benar-benar beragama, hanya tercatat saja. Mungkin juga aku, tak taulah. Mungkin aku juga yang sekarang terlalu banyak mengeluh dan tak banyak berbuat kebajikan. Tuhan tak nilai kau dari berapa barel minyak yang kau jual dan berapa banyak wilayah yang kau kuasai. Tuhan menyayangimu sebagaimana diri mu dan ketulusan hati mu.
"Imagine" (John Lennon, 1971)
tiba2 semangat menggebu menyelesaikan assignment yang sudah menanti sejak 2 minggu lalu untuk disentuh.
seperti biasa, konsentrasi ku terpecah. Entah sejak kapan, sering kali ini terjadi. Berangan, berimajinasi kala mengerjakan suatu hal. Pikiran terbang melayang pada segala hal mungkin bahkan tak terjamah.
Setelah sekian jam mengerjakan, sampai ku pada titik jenuh. Okay, sekarang rest dulu. Seperti kebiasaan, aku sempatkan tiap hari baca berita berbahasa jerman maupun berbahasa Indonesia. Ceritanya biar ga ketinggalan berita aja. Sejujurnya, udah mulai muak dengan segala yang diberitakan. Memihak, berkepentingan, ditutupi. Mereka kira semua orang buta, tuli dan dangkal. Mereka pikir tak ada lagi orang yang berpikir kritis dan bertanya "kenapa" pada tiap kalimat berkepentingan yang mereka tulis.
Aku mulai muak dengan semua media. Aku muak dengan mereka yang membalut kepentingan menjijikan dengan gulali manis.
Pernah sekali ku berpikir, bila aku seperti mereka yang tak sadarkan diri dan hanya terima segala hal murah itu. Tak perlu lah aku gila akan diriku sendiri. Tapi aku sangat bersyukur bahwa aku masih waras. Bukan untuk membanggakan diri, tapi dunia ini tak bisa seperti ini terus. aku muak. Harus ada yang berusaha mengeluarkan masa ini dari segala kemurahan interest menjijikan itu, demi masa lebih baik untuk penerus kita nanti. Terderang klise, tapi ya itu lah kenyataan. Kadang dianggap, murah, klise, mustahil, angan-angan tinggi atau apalah.
Balik lagi. Tidak sengaja tadi aku membaca di salah satu kolom di kompas.com mengenai bapak yang berpikir dan observasi mengenai suatu hal karena perkataan anaknya yang berumur 10 tahun. Anak 10 tahun yang peduli akan kebaikan dunia yang murni.
Anak ini membuat ku hilang konsentrasi atas tugas karya tulisku. Anak ini mengingatkan aku, pada sosok yang ku kagumi dan kusesali.
Pada diriku.
Ku kagumi aku yang dulu, karena begitu peduli. Karena begitu kritis, begitu murni dan jujur.
Kusesali. Ya kusesali.. karena aku tak semurni dulu. Aku mudah lelah, muak dan menyerah pada orang-orang tersebut. Aku tak lagi seoptimis dulu bahwa kebaikan dunia memang bisa terwujud. Aku tak sekritis dulu lagi. Aku berubah.
Kusesali pun, karena aku mulai malas banyak bertanya. Bukan karena malu takut dianggap bodoh, tidak sama sekali. Tapi pernah suatu ketika aku kecewa karena tak mendapatkan jawaban yang logis dan memuaskan jiwa. Kutanya siapapun yang kuanggap lebih berbobot dariku. Tak kusalahkan mereka karena jawaban mereka, mungkin memang belum ada jawabannya.
Seperti dalam tulisan tersebut. btw aku memang mengagumi John Lennon dan aku setuju dengan lagu Imagine. Tiap orang bisa menafsirkan hal berbeda-beda. Apa yang aku setuju dari tulisan itu adalah, tak sedikit manusia dengan penafsirannya -yang mereka pikir sempurna- pada akhirnya "membunuh" Tuhan mereka sendiri.
Buat apa berbuat kebaikan untuk surga, buat apa menjauhi keburukan karena takut pada neraka. Mengapa dalam kebajikan pun pamrih. Tujuan agama dan jg kebajikan sebetulnya untuk kecintaan pada Pencipta alam semesta, untuk mengagumi betapa tak terkalahkannya kemampuan Sang Maha Indah. Rasa pamrih itu lah yang mengkotakan-kotakan manusia, saling memukul dengan argumen, saling meludahi dengan sesat-menyesatkan. Tuhan terlalu indah dan kuasa untuk kalian jadikan basis sengketa murah kalian. Tuhan tak memihak, semua umat manusia Dia cintai dengan sempurna. CintaNya sempurna dan tak pantas dikotori oleh interest dunia yang tak ada penghargaan atas kemanusiaan itu sendiri.
Perdamaian dan kebajikan tak pandang bulu. Siapa pun dipihaknya. Sayang sekali, bila kita baca sejarah banyak orang yang pada kebajikan dan kebaikan didunia mati dengan tragis. Entah karena keinginan perdamaian dunia mereka ataupun karena salah tafsir oleh orang-orang yang meresa dirinya suci. Martin Luther King Jr, Mahatma Gandhi dan nama-nama lainnya. Contoh tragis lainnya, John Lennon yang dibunuh bukan karena keinginan baiknya, namun karena ada yang salah tafsir atas pemikirannya yang dituang pada lagu Imagine. Tak hanya itu, Munir aktivis HAM Indonesia pun mati karena interest orang yang tak sepaham dengan pemikiran dia utk kesetaraan hak manusia.
Bila kita baca kitab-kitab dari berbagai agama, tak satupun dari kitab itu yang tak meninggikan perdamaian. Sayang sekali aku tak bisa cantumkan sekarang, karena aku tak hafal diluar kepala dari surah atau bab atau ayat apa.
Apalah arti agama pada akhirnya kalau itu hanya digunakan sebagai tameng kepura-puraan dan hati kotor mu untuk mencapai hal murah yang melukai orang lain. Mungkin kau tak benar-benar beragama, hanya tercatat saja. Mungkin juga aku, tak taulah. Mungkin aku juga yang sekarang terlalu banyak mengeluh dan tak banyak berbuat kebajikan. Tuhan tak nilai kau dari berapa barel minyak yang kau jual dan berapa banyak wilayah yang kau kuasai. Tuhan menyayangimu sebagaimana diri mu dan ketulusan hati mu.
"Imagine" (John Lennon, 1971)
Imagine there's no heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today...
Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace...
You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one
Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world...
You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one.
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today...
Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace...
You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one
Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world...
You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one.
-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia
kuharap, aku tak sendiri.
Monday, March 21, 2016
Thursday, March 3, 2016
Bermodal pedih aku melanjut langkah
Ada kala memang dimana angin tak searah impianmu
Ada masa ketika kau merasa segala keringatmu sepah belaka
Oh Diri.. tak kau pikirkah? lupa kah?
Ini pola hidup!
Telah berapa kali kah kau lewati semacam ini? tak terhitung pun!
tapi tetap.. sayat perih ini meluruhkan airmata
banjiran, luapan tak terkira dari rasa sakit
membuat trauma.
Telah diliputi awan kelabu kepala ini
Prasangka demi prasangka atas hal sekasat debu
Tak pantas!
Tekanan.. tekanan.. tekanan..
hal biasa bukan?
Tapi, kurasa kali ini..
ah kau saja yang beralasan, mencari cela kebenaran atas pelarian
Tapi aku tak bisa! berapa lama sudah benak ini mengurung serigala lapar yg menggerogoti?!
perih tercakar dari dalam, luka nampak diluar
Apa bisa kubuat?
lepaskan si penggerogot
ya, lepaskan..
Ada kala memang dimana angin tak searah impianmu
Ada masa ketika kau merasa segala keringatmu sepah belaka
Oh Diri.. tak kau pikirkah? lupa kah?
Ini pola hidup!
Telah berapa kali kah kau lewati semacam ini? tak terhitung pun!
tapi tetap.. sayat perih ini meluruhkan airmata
banjiran, luapan tak terkira dari rasa sakit
membuat trauma.
Telah diliputi awan kelabu kepala ini
Prasangka demi prasangka atas hal sekasat debu
Tak pantas!
Tekanan.. tekanan.. tekanan..
hal biasa bukan?
Tapi, kurasa kali ini..
ah kau saja yang beralasan, mencari cela kebenaran atas pelarian
Tapi aku tak bisa! berapa lama sudah benak ini mengurung serigala lapar yg menggerogoti?!
perih tercakar dari dalam, luka nampak diluar
Apa bisa kubuat?
lepaskan si penggerogot
ya, lepaskan..
-aku kamu dia hanya beberapa titik bintang di langit Dia
Monday, February 22, 2016
Ntah kenapa, semakin besar angka umur ini makin terasa waktu sangat cepat berlalu. Orang-orang datang dan pergi silih berganti, meninggalkan cerita.. kenangan.. apapun itu bentuknya, tetap kenangan.
Mengenang bukan hal yang terlalu menyenangkan, tapi kadang juga lupa. Pelupa, ya aku jadi pelupa. Ntah sejak kapan, hal yang silih berganti seperti musim di eropa ini mudah sekali tersingkir dari ingatan. Sewaktu ditanya atau lagi ngobrol sama teman, "eh inget ga waktu ini atau itu?", dalam benak hanya bisa berkata, "emangnya pernah ya? apa aku lupa lagi?". Menakutkan.
Secepat itu kah kenangan kecil perlu enyah dari pikiran?
Ini bukan dilakukan dengan sadar, tapi tanpa sadar. Terlalu banyak yang berlalu lalang dalam hidup ini, terlalu cepat berlalu dan terlalu sedikit waktu dilalui. Mungkin aku yang lalai, lalai mengingat, lalai menjaga, lalai melakukan dan lalai-lalai lainnya yang sering sadar tidak sadar kulakukan. Atau hipotesa lain, dengan sengaja aku melalaikannya pada suatu waktu dan terbawa hingga ke masa depan. Ya, bisa jadi.
Agak terusik jika pada satu ketika berkumpul dengan orang-orang yang membahas apa yang telah lewat, segala kenangan. Yang aku ingat dan tidak. Tak paham juga mengapa itu begitu mengganggu diriku. Rasa nya ingin segera menyelesaikan perbincangan itu, "dulu pernah ya ini itu", "inget ga lo waktu...", "pas kapan kan pernah tuh kita gini gitu", "waktu kita kesana kan dulu blablabla", blablablabla. Semua Past Tense itu maupun Past Perfect Tense ini benar-benar membuat kepala pusing.
Kenapa sih hanya selalu terbelunggu masa yang sudah lewat? memang itu bagus, manis, menyebalkan, sedih, tapi perlu ya emang selalu diutarakan berulang-ulang?
Hidup ini maju terus ke depan, tapi kita punya pilihan untuk ikut kedepan atau berbalik kebelakang. Umur dan raga terus tergerus waktu untuk menuju kematian. Mengapa bayang yang lalu selalu dipertahankan sedang bayang masa depan menanti ditangkap wahai manusia-manusia?
Mungkin memang aku yang salah, dalam artian bukan aku tidak benar. Hanya aku bagai balok bintang yang dipaksa masuk ke ukuran balok persegi panjang. Mungkin ya..
Tak menutup kemungkinan juga bahwa aku pernah berlaku seperti itu dan membuat kesal orang lain yang seperti aku yang sekarang ini.
Yasudahlah. Setiap orang punya hak selama tak mencaplok hak orang lain kan ga masalah. Ketidaknyamanan yang muncul kadang juga menjadi sumber ketidaknyamanan yang lain. Hmm. Saat kamu sudah lama tidak dalam suatu "crowd" dan suatu ketika menghampiri itu lagi, yang terpikir adalah "sepertinya ada yg tidak pas disini". Pemikiran ini saja sebuah ketidaknyamanaan, lalu menimbulkan ketidaknyamanan yang lain krn kamu merasa tidak nyaman pada tempat yang sebelumnya kamu termasuk di dalamnya. Pernah suatu ketika berkumpul dengan teman lama di kota asalku, aku merasa berbeda -tak berarti aku benar-. Apa yang dibicarakan, dilakukan dan dalam diamnya pun, terasa asing.
Apa mungkin hal seperti ini wajar dialami saat kamu beranjak dewasa? atau hanya saat bertambah angka umur?
Mengenang bukan hal yang terlalu menyenangkan, tapi kadang juga lupa. Pelupa, ya aku jadi pelupa. Ntah sejak kapan, hal yang silih berganti seperti musim di eropa ini mudah sekali tersingkir dari ingatan. Sewaktu ditanya atau lagi ngobrol sama teman, "eh inget ga waktu ini atau itu?", dalam benak hanya bisa berkata, "emangnya pernah ya? apa aku lupa lagi?". Menakutkan.
Secepat itu kah kenangan kecil perlu enyah dari pikiran?
Ini bukan dilakukan dengan sadar, tapi tanpa sadar. Terlalu banyak yang berlalu lalang dalam hidup ini, terlalu cepat berlalu dan terlalu sedikit waktu dilalui. Mungkin aku yang lalai, lalai mengingat, lalai menjaga, lalai melakukan dan lalai-lalai lainnya yang sering sadar tidak sadar kulakukan. Atau hipotesa lain, dengan sengaja aku melalaikannya pada suatu waktu dan terbawa hingga ke masa depan. Ya, bisa jadi.
Agak terusik jika pada satu ketika berkumpul dengan orang-orang yang membahas apa yang telah lewat, segala kenangan. Yang aku ingat dan tidak. Tak paham juga mengapa itu begitu mengganggu diriku. Rasa nya ingin segera menyelesaikan perbincangan itu, "dulu pernah ya ini itu", "inget ga lo waktu...", "pas kapan kan pernah tuh kita gini gitu", "waktu kita kesana kan dulu blablabla", blablablabla. Semua Past Tense itu maupun Past Perfect Tense ini benar-benar membuat kepala pusing.
Kenapa sih hanya selalu terbelunggu masa yang sudah lewat? memang itu bagus, manis, menyebalkan, sedih, tapi perlu ya emang selalu diutarakan berulang-ulang?
Hidup ini maju terus ke depan, tapi kita punya pilihan untuk ikut kedepan atau berbalik kebelakang. Umur dan raga terus tergerus waktu untuk menuju kematian. Mengapa bayang yang lalu selalu dipertahankan sedang bayang masa depan menanti ditangkap wahai manusia-manusia?
Mungkin memang aku yang salah, dalam artian bukan aku tidak benar. Hanya aku bagai balok bintang yang dipaksa masuk ke ukuran balok persegi panjang. Mungkin ya..
Tak menutup kemungkinan juga bahwa aku pernah berlaku seperti itu dan membuat kesal orang lain yang seperti aku yang sekarang ini.
Yasudahlah. Setiap orang punya hak selama tak mencaplok hak orang lain kan ga masalah. Ketidaknyamanan yang muncul kadang juga menjadi sumber ketidaknyamanan yang lain. Hmm. Saat kamu sudah lama tidak dalam suatu "crowd" dan suatu ketika menghampiri itu lagi, yang terpikir adalah "sepertinya ada yg tidak pas disini". Pemikiran ini saja sebuah ketidaknyamanaan, lalu menimbulkan ketidaknyamanan yang lain krn kamu merasa tidak nyaman pada tempat yang sebelumnya kamu termasuk di dalamnya. Pernah suatu ketika berkumpul dengan teman lama di kota asalku, aku merasa berbeda -tak berarti aku benar-. Apa yang dibicarakan, dilakukan dan dalam diamnya pun, terasa asing.
Apa mungkin hal seperti ini wajar dialami saat kamu beranjak dewasa? atau hanya saat bertambah angka umur?
-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia
Subscribe to:
Comments (Atom)