Monday, November 9, 2015

Menjelang sore pukul 15.

Tak sadar aku terlelap dalam balut hujan

Muncul bayang angan saat kedua mata mulai menutup kelopaknya.

Bayang atasmu yang nan indah membelai rambutku dengan kasih.

Angan sejuk kala dalam mimpi muncul kau dalam balut jas hitam menggandengku dengan seikat bunga.

Tanpa sadar rasa hangat merebak ke sendi-sendi ku saat gambaran senyum tulusmu bersemayam pada alam bawah sadarku.

Tak sabar ku diizinkan tuk meniti lebih dalam pada kehidupanmu yang penuh kejutan itu.

Pribadimu yang elok namun rapuh itu, bersedia sudah aku ikut menguatkannya.
Kuharap kau bersedia kutoreh cerita pada dadamu agar kau tak lupa.

Bayang angan ini seakan nyata.. nyata.. biar kutitipkan pada langit agar nyata.

Nyata bersamamu hingga dunia abadi yang tak terjamah.


Betapa indah Tuhan ciptakan dirimu dengan segala lebih kurangmu.


-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia

No comments:

Post a Comment