Sunday, November 22, 2015

bak sehelai bulu terhempas desah napas

terbang rendah.


bulu hina pemimpi
berharap terhempas angin

berani berangan terbang tinggi!
Demi Tuhan.

pantaspun mungkin tak bisa dikata

bulu kecil, teracuhkan
mata mata itu tak peduli

Peduli apa!
biar saja!

-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia



Friday, November 20, 2015

Aku tau kau merindu

hal yang tak mudah diutarakan kan?
biar saja biar
tak perlu juga aku tau

hidup tak sekedar perihal hati

tak pun sekedar isi kepala

lalu apa?
entahlah

ini hanya soal apa yang kau isi disela-sela napas mu

ya napas.

-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia
blur

segala perencanaan diri yang hanya manusia ini

blur

tak ada titik tengah dan mengawang

blur

Sebetulnya..
untuk apa semua gerak gerik pagi hingga petang ini?

blur

-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia

Tuesday, November 17, 2015

Helai rambutmu...
Tak pernah kuduga akan terbawa jauh

Kutemukan kembali aroma tubuhmu
Pada sisa sisa jengkal peluk jiwa
Begitu manis dan mengikat

Masih terasa lembut rayumu
tawa renyah memikat

Ah.. tegila-gila sudah aku pada tiap titik titik dirimu.

-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia

Tuesday, November 10, 2015

Pernah tergenang air mata pada pundakmu
Yang merembas hingga jantung dan jiwamu
Membuatmu luluh lantah..

Perlahan meruntuhkan ego itu.

Menegaskan garis lembut pada pipimu
Menggerakkan lembut lambai tanganmu
Mengukuhkan langkah kakimu..

Aku tau kemana lari itu akan menuju
Kemana anganmu tertuju.

Biarlah ikut kugenggam impian kecilmu
Barangkali kau berkenan...
biarkan aku menyusuri sungai-sungai mimpimu.

-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia

Monday, November 9, 2015

Degup jantung yang tak bisa membual ini, telah mengungkap dengan jelasnya

Ya aku jatuh cinta.

Padamu yang pandangnya begitu teduh
Padamu yang tanpa sentuh pun kurasakan hangat jiwamu.

Andai tak menjadi dosa, takkan ku lepas pandang dari raut wajah ceriamu.

Jatuh dan mencinta tak masalah buat ku.
Karena bila kau rasakan rindu pun...
bahagia dan pedih dalam satu waktu.

Aku suka rasa gugup ini kala menunggu gurau mu.
Aku suka sekali geli tawa sendiri ku pada kata-kata buaimu.

Ah kau, indahmu bahkan menembus ribuan kilometer.


-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia
Menjelang sore pukul 15.

Tak sadar aku terlelap dalam balut hujan

Muncul bayang angan saat kedua mata mulai menutup kelopaknya.

Bayang atasmu yang nan indah membelai rambutku dengan kasih.

Angan sejuk kala dalam mimpi muncul kau dalam balut jas hitam menggandengku dengan seikat bunga.

Tanpa sadar rasa hangat merebak ke sendi-sendi ku saat gambaran senyum tulusmu bersemayam pada alam bawah sadarku.

Tak sabar ku diizinkan tuk meniti lebih dalam pada kehidupanmu yang penuh kejutan itu.

Pribadimu yang elok namun rapuh itu, bersedia sudah aku ikut menguatkannya.
Kuharap kau bersedia kutoreh cerita pada dadamu agar kau tak lupa.

Bayang angan ini seakan nyata.. nyata.. biar kutitipkan pada langit agar nyata.

Nyata bersamamu hingga dunia abadi yang tak terjamah.


Betapa indah Tuhan ciptakan dirimu dengan segala lebih kurangmu.


-aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia