Wednesday, June 11, 2014

Selasa Cerah di Münster, Jerman

Summer baru aja masuk di Jerman, tapi udah panas banget.

Tapi ga juga sih di kota ku. Dari beberapa hari lalu kalo malem hujan mulu.

Bahkan dua hari lalu sempet malem-malem hujan es :( serem banget.

Eh aku baru beberapa lama kenal sama orang-orang yang keren seru-seru banget. Dan diantara mereka ada yang berhasil bikin aku berhenti sejenak saat dia bicara meski hanya dalam tulisan hahaha.

Ntah kenapaa.... kenal deket orang nya langsung aja belum. Tapi firasat udah ketarik duluan. Tapi jiwa udah punya ketertarikan gaib yang ntah muncul darimana. Mungkin gelombang aura dia nyampe ke aku bahkan tanpa dia sadari. Hmmm...

Emang hidup ini banyak kejutan, ga pernah ada yang tau.

Pernah denger teori Mestakung? yap, itu semesta mendukung.
Saat ada sesuatu atau seseorang mengucap dalam hati saja, maka semesta akan merespon tanpa sadar.
Apa aku pernah tanpa sadar mengucap sesuatu? atau dia? atau ntah siapa diluar sana...

Aku yakin kenapa Tuhan ciptakan semesta ini elips dan bumi hampir bulat adalah karena semuanya disni saling berhubungan, menyambungkan yang satu dengan yang lain dan karena yang sempurna hanya Dia. Ngerti ga? coba pikirin dengan anugrah besar Tuhan padamu, Otak mu. Aku urung jelaskan lengkap pada mu, biar saja kau menerka. Aku suka diterka-terka.

Ini bukan masalah siapa yang benar dan siapa yang salah, ini semua hanya permainan, TAPI kamu harus belajar dari permainan ini dan kamu juga akan bertanggung jawab atas permainan yang kamu pilih. aku, kamu, mereka hanyalah aktor disini, tapi kita akan dinilai suatu saat oleh Sang Produser sekaligus Sutradara, Dia.

Jadi masih kau anggap permainan ini main-main?

Aku menumpahkan apa yang ingin aku tumpahkan, aku menelan apa yang ingin aku telan. yaaah... tapi kadang harus dipaksa juga. Karena Panggung ini keras kawan, kau harus juga menyeimbangi.

Kamu tau ga kapan harus dipaksa keluar panggung? aku juga ga tau. Usaha aja sebaik dan sebisa kita.

Satu lagi, diam itu kadang sakit. Tau kenapa? Tau kapan? saat firasat dan jiwa sudah teriak lantang tapi kau tutup telinga, ntah tidak mau denger ntah tidak mau tau ntah ingin lari saja dan berharap tidak bisa dengar lagi teriakan itu.


- aku kamu mereka hanyalah beberapa titik bintang di langit Dia


No comments:

Post a Comment