Ternyata selama ini...
si pujangga yang selalu berteriak bangun dari angan-angan
yang tiada hentinya berseru tuk hidup dalam dunia nyata
dia lah..
dia lah yang seusungguh nya terjebak dalam angan yang dikiri olehnya nyata.
Imaji yang terlalu nyata untuk disebut fana.
Kasihan.
Saturday, March 11, 2017
Memang tak mudah mendaki melawan gravitasi..
Tergoda memandang sungai mengalir karena dahaga
padahal tangan pun menggemgam botol air tak terbuka.
Riak hulu tlah di bendung dengan kayu-kayu
kuat nan stabil meski mudah rapuh.
Riak hilir menggoda tak terbendung, ntah siapa pernah mencoba membendung.
Tak berhasil.
Tetap menggoda pendaki 'tuk berkecipak di riaknya..
hingga tenggelam.
Sulit memang menerjang tekanan alam, bahwa benda bergerak kebawah, bukan ke atas.
Sudah ku teguhkan diri, tak tergoda riak hilir mencapai puncak.
Tapi sayang, Sang Komandan lebih memilih bekecipak, berkhayal mandi di sungai surga.
Tergoda memandang sungai mengalir karena dahaga
padahal tangan pun menggemgam botol air tak terbuka.
Riak hulu tlah di bendung dengan kayu-kayu
kuat nan stabil meski mudah rapuh.
Riak hilir menggoda tak terbendung, ntah siapa pernah mencoba membendung.
Tak berhasil.
Tetap menggoda pendaki 'tuk berkecipak di riaknya..
hingga tenggelam.
Sulit memang menerjang tekanan alam, bahwa benda bergerak kebawah, bukan ke atas.
Sudah ku teguhkan diri, tak tergoda riak hilir mencapai puncak.
Tapi sayang, Sang Komandan lebih memilih bekecipak, berkhayal mandi di sungai surga.
Subscribe to:
Comments (Atom)